-->

Tata Cara Pengertian Lengkap Bacaan Niat Shalat Jamak Qashar

Tata Cara Pengertian Lengkap Bacaan Niat Shalat Jamak Qashar - Dalam ajaran agam Islam banyak berbagai kewajiban-kewajiban yang harus kita laksanakn,seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya. ini semuanya adalah merupakan kasih sayangnya Alloh SWT kepada kita sebagai hambanya, karena Alloh maha mengetahui atas keadaan hambanya.

Pengertian Jamak dan Qashar Jamak menurut bahasa: adalah mengumpulkan, sedangkan menurut istilah ialah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turu.Misalnya,mengerjakan shalat zhuhur dan 'ashar pada waktu shalat zhuhur.Pertama mengerjakan shalat zhuhur dan setelah selesai dilanjutkan dengan shalat 'ashar tanpa terpisah oleh dzikir atau kegiatan lainnya.

Sebagai mana Ibnu Athoillah mengatakan dalam kitab Hikam yang artinya:
"Alloh mengetahui atas keberadaan adanya sifat yang menjenuhkan dalam satu hal kepada hambanya, maka Alloh memberikan banyak pilihan dalam menjalankan tugas kewajibannya agar kita lebih khusu dan khidmah".

Pengertian Tata Cara Bacaan Niat Shalat Jamak Qashar Lengkap

Nah untuk itu saya disini akan sedikit memberi pengertian dalam hukum agama islam tentang tata cara sholat niat jamak qashar barangkali ada yang masih belum paham tentang tata cara mengerjakan shalat yang wajib, ketika kita sedang bepergian dengan adanya cara shalat jamak dan qashar yang di bolehkan dalam hukum syari'at Islam.

Shalat jamak merupakan salah satu kemudahan atau keringanan(rukhsah)yang diberikan oleh Alloh SWT kepada umat Nabi Muhammad SA. Shalat jamak pernah di laksanakan oleh Rosululloh SAW sebagai mana hadist yang di riwayatkan Ibnu Abbas ra

عن ابن عباس قال جمع رسول الله -صلى الله عليه وسلم- بين الظهر والعصر والمغرب والعشاء بالمدينة فى غير خوف ولا مطر. فى حديث وكيع قال قلت لابن عباس لم فعل ذلك قال كى لا يحرج أمته

Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata : “Rasulullah menjamak shalat Zhuhur dan 'Ashar serta shalat Maghrib dan 'Isya' di Madinah tanpa adanya rasa takut dan tidak juga hujan” dan dalam hadis Waki’ berkata : “Saya bertanya Ibnu Abbas, kenapa beliau demikian itu?” Dia menjawab : “Agar umatnya tidak merasa berat” (HR. Muslim)

Shalat-Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Zhuhur dijamak dengan Ashar, shalat Magrib dijamak dengan waktu'Isya. Adapun shalat Shubuh tidak boleh dijamak dengan shalat lainnya dan tetep dilaksanakan pada waktunya sendiri, walaupun dalam kendaraan. Demikian pula shalat 'Ashar tidak boleh dijamak dengan 'Isya.

Syarat-syarat menjamak
Menjamak shalat hukumnya mubah, artinya diperbolehkan menjamak bagi orang-orang yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Musafir atau dalam perjalanan, denga jarak minimal 81 km (menurut kesepakatan sebahagian besar ulama)
b. Bukan dalam perjalanan maksiat
c. Dalam keadaan ketakutan, seperi sakit, hujan lebat, angin topan atau bencana alam lainnya.
Syarat ketiga bagi orang yang sedang melaksanakan shalat berjama'ah di masjid.

Macam-macam shalat jamak
Shalat jamak terbagi kepada dua bagia, yaitu:

a. Jamak Takdim
Jamak Takdim ialah mengumpulkan dua shalat pardlu untuk dikerjakan bersama-sama pada waktu shalat yang pertam.Misalnya, Magrib dengan Isya dilaksanakan pada waktu magrib.

Syarat-syarat Jama Takdim adalah:
1. Dimulai dari shalat yang pertama
2. Nian jamak padashalat yang pertama
3. Berturut-turut antara shalat yang pertama dengan shalat yang kedua
4. Masih dalam perjalanan

b. Jamak Takhir
Jamak Takhir adalah mengumpulkan dua shalat fardlu untuk dikerjakan secara bersama-sama pada waktu shalat yang kedua.Misalnya, Zhuhur dengan 'Ashar dilaksanakan pada waktu"ashar, Magrib dengan 'Isya dilaksanakan pada waktu 'Isya.

Syarat-syarat Jamak Takhir:
1. Niat menjamak setelah tiba waktu shalat yang pertama
2. Kedua shalat dikerjakan masih dalam perjalanan

Niat Shalat Jamak Taqdim
- Niat shalat jamak taqdim Dzuhur dengan Ashar:

;أصلي فرض الظهر جمع تقديم بالعصر فرضا لله تعالي

Teks latin: Ushalli fardaz-Dzuhri jam'a taqdimin bil Ashri fardan lillahi Ta'ala
Artinya: Saya niat shalat Dzuhur jamak dengan Ashar karena Allah

- Niat shalat jamak taqdim Maghrim dengan Isya:

أصلي فرض المغرب جمع تقديم بالعشاء فرضا لله تعالي

Teks latin: Ushalli fardal Maghribi jam'a taqdimin bil Isya'i fardan lillahi Ta'ala
Artinya: Saya niat shalat Maghrib jamak dengan Isya karena Allah

Niat Shalat Jamak Takhir
- Niat shalat jamak ta'khir Dzuhur dan Ashar:

أصلي فرض الظهر جمع تأخير بالعصر فرضا لله تعا

Teks latin: Ushalli faraz-Dzuhri jam'a ta'khirin bil Ashri fardan lillahi taala
Artinya: Saya niat shalat Dzuhur jamak ta'khir dengan Ashar karena Allah

- Niat shalat jamak ta'khir Maghrib dan Isya:

أصلي فرض المغرب جمع تأخير بالعشاء فرضا لله تعالي
Teks latin: Ushalli fardal Maghribi jam'a ta'khirin bil Isya'i fardan lillahi taala
Artinya: Saya niat shalat Maghrib jamak ta'khir dengan Isya' karena Allah

Shalat Qashar
Qashar artinya meringkas atau memendekan, jadi qashar shalat adalah meringkas raka'at shalat pardlu empat raka'at menjadi dua raka'at.Shalat pardlu yang boleh di qashar adalah Dzuhur.'Ashar dan 'Isya sedangkan Magrib dan Shubuh tidak boleh diqashar Dalil bolehnya shalat Qashar  QS An-Nisa4:101

وإذا ضربتم في الأرض فليس عليكم جناح أن تقصروا من الصلاة إن خفتم أن يفتنكم الذين كفروا

Artinya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Hukum Qashar Shalat
Hukum melaksanakan Qashar adalah:
a. Jawaj (boleh), apabila perjalanan telahmencapai jarak yang diperbolehkan melakukan qashar
b. Wajib apabila waktu shalat tidak cukup digunakan untuk melakukan shalat, kecuali dengan cara qashar

Syarat Qashar
Shalat Shalat boleh diQashar apabila memenuhi sembilan syarat,yaitu:
a. Jarak yang ditempuh telah mencapai 81 km.
b. Bepergian tidak untuk tujuan maksiat
c. Mengetahui diperbolehkannya mengqashar shalat
d. Bepergian dengan tujuan daerah tertentu sehingga seorang musafir yang tidak mempunyai tujuan daerah tertentu, tidak diperbolehkan qashar shalat
e. Niat mengqashar shalat
f. Tidak ragu dalam mengqashar shalat
g. Tidak bermakmum kepada orang yang menyempurnakan shalat
h. Masih dalam perjalanan
i. Telah melewati tapal batas daerah sendiri

Shalat Jamak Qashar
Shalat jamak qashar adalah shalat fardlu yang di jamak dan sekaligus diqashar. Artinya, dua raka'atshalat fardlu yang diqashar dikerjakan dalam waktu sekaligus.Orang yang diperbolehkan mengqashar shalat adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh.Sedangkan halangan-halangan lain,seperti sakit, hujan lebat ketika berjama'ah di masjid tetap diperbolehkan mengerjakan shalat jamak qashar.

Niat Shalat Qashar 
Shalat Qashar Dhuhur:

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Teks latin: Ushalli fardaz - Dzuhri qasran rokataini lillahi ta'ala
Artinya: Niat shalat fardhu dzuhur secara qashar dua rakaat karena Allah

Shalat Qashar Ashar:

اُصَلِّى فَرْضَ العصر رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Teks latin: Ushalli fardal Ashri qasran rokataini lillahi ta'ala
Artinya: Niat shalat fardhu Ashar secara qashar dua rakaat karena Allah

Shalat Qashar Isya:

اُصَلِّى فَرْضَ العشاء رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Teks latin: Ushalli fardal Isya'i qasran rokataini lillahi ta'ala
Artinya: Niat shalat fardhu Isya secara qashar dua rakaat karena Allah

Apabila qashar secara berjamaah, maka tinggal menambah kata "imaman" (sebagai imam) atau "makmuman" (sebagai makmum) sebelum kata "Lillahi Taala".

Niat Shalat Jamak dan Qashar- Niat shalat qashar dan jamak taqdim.

أصلي فرض الظهر جمع تقديم بالعصر قصرا ركعتين لله تَعَالَى

- Niat shalat qashar dan jamak ta'khir:
أصلي فرض الظهر جمع تأخير بالعصر قصرا ركعتين لله تعالي

Rupanya sekiaan yang dapat saya sampaikan mengenai Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar, begitu juga kami sajikan cara sholat tahajud, sholat dhuha, sholawat nabi, sholat istikharah, sholat tasbih, sholattaubat dan masih banyak lagi yang lainnya makanya terus update disini, semoga ada manfaatnya bagi kita semua mohon maap dari saya bila ada kekeliruan dalam menulis makalah ini karena saya manusia biasa.

Dalil Keutamaan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Sunnat Safar

Dalil Keutamaan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Sunnat Safar - Pengertian shalat sunnat safar memiliki dua makna ada shalat sunat safar, ada shalat sunnat fissafar, perbedaanya kalau sunat safar shalat yang dilaksanakan sebelum bepergian dengan ketentuan syarat dan rukun seperti shalat biasa, sedangkan sunnat fissafar adalah shalat yang di laksanakan ketika dalam perjalanan dengan cara bisa sambil berjalan kaki dan di perbolehkan tidak menghadap ke arah qiblat.

Shalat safar adalah merupakan shalat sunnat yang di laksanakan ketika seseorang akan bepergian jauh yang di menangkan oleh agama, namun pada umumnya kebiasaan di masyarakat kita ini shalat sunnat safar di laksanakan oleh orang yang akan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh, padahal secara hukum Islam setiap kita akan bepergian kemana saja di sunnatkan untuk melaksanakannya.

Shalat sunnat safar di laksanakan secara perorangan dengan jumlah dua rakaat, ada pun tata cara pelaksanaan shalat safar sama halnya dengan cara melaksanakan sholat-sholat biasa hanya yang membedakannya adalah pada bacaan lafadz niatnya saja. untuk bacaan niat shalat safar dan tata cara setra bacaan doanya akan kami jelaskan disini, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Dalil Keutamaan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Sunnat Safar

Untuk lebih jelasnya tata cara dan bacaan niat shalat sunnat safar dan bacaan doanya dalam tulisan bahasa arab latin lengkap dengan artinya sepeti di bawah ini:

Pertama kita membaca niat dengan bacaan:

اُصَلّي سًنّةَ السَّفَرِرَكْعَتيْنِ للّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas safari rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat shalat safar 2 rakaat karena karena Allah Ta’ala

Rakaat pertama setelah membaca surat Al-fatihah : Surat Al-kaafirun atau boleh juga surat Al-Falaq
Rakaat kedua setelah surat Al-fatihah : Surat Al-Ikhlas atau boleh juga surat Al-Naas dan kalau tidak bisa membaca surat tersebu boleh saja baca surat apa yang kita tau.

Setelah selesai shalat bacalah Ayat kursi dan Surat Al-quraisy dan langsung membaca doa dengan bacaan seperti:

اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَالبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتَرْضَى , اَللَّهُمَّ هُوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاَطُوْ عَنّا بُعْدَهُ.اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَاحِبُ فِى السّفَرِوَالْخَلِفَةً فى الأَهْلِ.اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وكَابَةِ الْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ والأَهْلِ

Doa Waktu Keluar dari rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ ولاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah la hawla wala quwwata illa billahil aliyyil adhim

Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung

Adapun dalil yang memperbolehkan shalat sunnat safar sebagai mana di jelaskan dalam hadist

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ

Artinya :“Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.”(H.R. Al-Bazzar; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Demikian yang dapat kami paparkan tentang bacaan niat dan tata cara shalat sunat safar serta bacaan doanya sama seperti doa setelah sholat fardhu, semoga bermanfaat dan kita bisa melaksanakannya dengan khusu dan benar, untuk tata cara sholat sunnat yang lainnya bisa anda terus saja update di alamat blog kami ini,shalat-doa.blogspot.co.id/

Pengertian Jumlah Rakaat Sholat Rawatib Yang Shahih Sesuai Sunnah

Pengertian dan Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Rawatib - Sholat rawatib adalah merupakan shalat sunnah yang di laksanakan sebelum atau setelah sholat fardhu (qobliah dan ba,diyah) baik yang termasuk sunnah muakad maupun ghoeir muakad namun tidak semua sholat yang lima waktu itu memiliki sholat sunnah rawatib seperti sholat shubuh juga sholat ashar tidak memiliki sunnah ba'diyah hanya qabliyah saja.

Alangkan beruntungnya orang yang bisa melaksanakan sholat sunnah rawatib karena kalau di umpamakan shalat fardlu adalah modal poko dari Alloh SWT sedangkan sholat sunnah adalah merupakan keuntungannya, oleh karena itu kalau kita usaha dengan menggolangkan modal yang pertama kita perhitungkan adalah keuntungannya, begitu pula kita dalam melaksanakan segala kewajiban dari Alloh SWT harus betul-betul mencari keuntungannya yaitu dengan rajin melaksanakan amalan-amalan yang hukumnya sunnah.

Coba kita perhatiakn setiap Alloh SWT mewajibkan sesuatu kepada hambanya itu sudah pasti diikuti dengan amalan-amalan sunnah ini merupakan kasih sayangnya Alloh kepada hambanya.Nah disini Saya akan membahas tentang macam-macam dan waktu pelaksanaan sholat rawatib Shalat Witir, Sholat Dhuha, Sholat Tahiyyatul Masjid, Sholat Istikharah, Sholat Sunnah Syukur Wudlu, Sholat Sunnah Awwabin, Sholat Sunnah Mutlaq.

Pengertian Jumlah Rakaat Sholat Rawatib Yang Shahih Sesuai Sunnah

1. Macam-macam Shalat Sunnah.
Shalat sunnah terdiri dari dua bagian, yaitu shalat yang dilaksanakannya secara berjama'ah dan shalat sunnah yang dilaksanakannya secara tidak berjama'ah.

a. Shalat Sunnah Yang Dilaksanakan Dengan Berjama'ah.
1) Shalat dua hari raya; 'Idul Fitri dan 'Idul Adlha
2) Shalat Gerhana
3) Shalat Istisqa
4) Shalat Tarawih

b. Shalat Sunnah Ynag Dilaksanakan Tidak Berjama'ah.

1) Shalat Sunnah Rawatib
a. Muakkad (sangat dianjurkan), terdiri dari:
1. 2 rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur
2. 2 rakaat setelah Magrib
3. 2 rakaat setelah 'Isya
4. 2 rakaat sebelum Shubuh

b. Ghair Muakkad (dianjurkan, terdiri dari:
1. 2 rakaat sebelum dan sessudah Zhuhur
2. 4 rakaat sebelum Ashar
3. 2 rakaat sebelum Magrib
4. 2 rakaat sebelum'Isya

2) Shalat Sunnah Selain Shalat Sunnah Rawatib.
1. Shalat Witir
2. Shalat Dhuha
3. Shalat Tahiyyatul Masjid
4. Shalat Istikharah
5. Shalat Sunnah Syukur Wudlu
6. Shalat Sunnah Awwabin
7. Shalat Sunnah Mutlaq.

Adapun tata cara pelaksanaan shalat sunnah, secara umum sama saja dengan cara shalat fardlu, mencakup rukun dan syarat-syartnya. Hanya saja, dalam hal-hal yang khusus ada perbedaan dengan shalat fardlu.

2. Membiasakan Shalat-shalat Sunnah
Membiasakan shalat sunnah adalah termasuk bagian dari menteladani akhlaq Rosululloh SAW dalam hal ibadah, apalagi shalat sunnah mu'akkad, yaitu shalat sunnah yang sangat di anjurkan dan Rosululloh SAW pun tidak pernah meninggalkannya.Juga membiasakan shalat sunnah adalah mendidik orang-orang untuk tidak berani meninggalkan shalat wajib, karena orang yang meremehkan shalat sunnah, akan membawa orang tersebut berani meremehkan shalat wajib.

Disamping itu, manfaat lain dari membiasakan shalat sunnah mendidik orang-orang supaya menjadi manusia yang selalu menganggap berharga segala sesuatu yang dianggap hina dan kecil oleh orang lain. Mulailah dari sekarang untuk membiasakan shalat sunnah agar nilai pahala ibadah kita terus bertambah.

B. Ketentuan Shalat Rawatib
1. Pengertian Shalat Sunnah Rawatib.
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu lima waktu, baik dikerjakan sebelum atau sesudahnya. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakannya sebelum shalat fardlu di sebut shalat sunnah qabliyah, sedangkan shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardlu disebut shalat sunnah ba'diyah. Shalat sunnah rawatib terbagi dua, yaitu sunnah mu'akkad dan sunnah ghair mu'akkad.

Shalat sunnah rawatib mu'akkad adalah shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan dan Nabi pun tidak pernah meninggalkanna. Ada pun shalat sunnah rawatib ghair mu'akkad, yaitu shalat sunnah rawatib yang dianjurkan tapi tidak sekuat sunnah mu'akkad, dan Nabi pun pernah meninggalkannya.

Shalat sunnah rawatib mu'akkad , terdiri dari:
a. 2 rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur
b. 2 rakaat setelah magrib
c. 2 rakaat setelah 'Isya
d. 2 rakaat sebelum Shubuh

Berkaitan dengan shalat sunnah rawatib muakkad ini, ada sebuah hadis Nabi Saw. yang perlu untuk kita perhatikan, sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرْ قَالَ حَفِظْتُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَداَةِ (رواه البخاري و مسلم).

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Saya ingat (hafal) dari Rasulullah Saw. dua rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun shalat sunnah rawatib ghairu muakkad, terdiri dari:
a. 2 rakaat sebelumdan sesudah Zhuhur
b. 4 raka'at sebelum Asyar
c. 2 raka'at sebelum Magrib
d. 2 rakaat sebelum 'Isya.

2. Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Rawatib.

Shalat sunnah rawatib dilaksanakan pada waktu setelah masuk shalat wajib dan dikerjakan dua raka'at salam, adapun cara pelaksanaannya, sebagai berikut:

a. Shalat sunah rawatib qabliyyah, dikerjakan pada waktu telah masuk shalat wajib tetapi belum melaksanakan shalat wajib.

b. Shalat sunnah rawatib da'diyyah, dikerjakan setelah selesai shalat wajib tetapi waktu shalat wajib belum habis.

3. Membiasakan Shalat Sunnah Rawatib.

Shalat fardlu yang sering kali dikerjakan tidak sempurna, seperti tidak khusyu ketika melaksanakannya. Hal ini perlu kita sempurnakan dengan melaksanakan shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu tersebut, yang dinamakan dengan shalat sunnah rawatib. Karena shalat sunnah rawatib memiliki sebagai penyempurna shalat Fardlu.

Seseorang dalam shalat lima waktunya seringkali mendapatkan kekurangan di sana-sini sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلاَّ عُشْرُ صَلاَتِهِ تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا

“Sesungguhnya seseorang ketika selesai dari shalatnya hanya tercatat baginya sepersepuluh, sepersembilan,seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya.”

Untuk menutup kekurangan ini, disyari’atkanlah shalat sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.

Disamping sebagai penyempurna, didalam shalat sunnah rawatib terkandung pahala yang besar, diantaranya:

a. Mendapat kasih sayang Alloh SWT. Rosululloh SAW bersabda:

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

b. Diselamatkan dari api neraka. Rosululloh SAW bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah Zhuhur, maka akan diharamkan baginya neraka.”

Rupanya sekian dulu yang dapat saya sampaikan mengenai Macam Macam Sholat Sunnah Dan Manfaatnya, begitu juga kami sajikan pengertian shalat jamak qashar macam macam shalat awwabin dan tata caranya, shalat sunnah rawatib, pengertian sholat sunnah, waktu sholat sunnah, sholat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu. semoga dengan adanya artikel kami ini dapat bermanfaat bagi kita smua.

Bacaan Niat Tata Cara Serta Keutamaan Doa Sesudah Sholat Tahajud

Tata Cara Bacaan Dan Keutamaan Sholat Tahajud - Sebetulnya semua orang telah mengenal waktu jam dan tata cara sholat tahajud berapa rakaat yg benar mustajab serta doa sesudah bacaannya dzikir witir latin artinya pendek tinggal kita sadarnya untuk melaksanakan pada waktu yang telah ditentukan pada malam hari setelah terbangun dari tidur.

Namun alangkah baiknya sebelum kita mengetahui tata cara sholat tahajud yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Rosululloh SAW, terlebih dahulu kita mengetahui keutamaan waktu untuk melaksanakan sholat tahajud, supaya kita bisa mendapatkan manfaat, fadlilah serta hikmahnya sholat tahajud. Untuk waktu melaksanakan sholat tahajud para ulama telah membagi waktu waktu yang utama sehingga dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut :

Sepertiga pertama, kira-kira mulai dari jam 19.00 sampai jam 22.00, ini saat utama. Sepertiga kedua, kira-kira jam 22.00 sampai dengan jam 01.00, ini saat yang lebih utama. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini saat yang paling utama. Nah itu bagian waktu-waktu untuk melaksanakan sholat tahajud tinggal kita pilih tergantung keadaan kita sendiri namun alangkah baiknya kalau dilaksanakan pada bagian yang ke tiga.

Bacaan  Niat Tata Cara Serta Keutamaan Doa Sesudah Sholat Tahajud

Keutamaan Sholat Tahajud
Sholat Tahajud adalah merupakan salah satu shalat malam (qiyqmul lail) yang memiliki banyak keutamaan, baik keutamaan untuk kehidupan didunia maupun diakhirat. Keutamaan sholat tahajud antara lain sebagai berikut;

1. Lebih cepat dikabulkannya doa-doa kita karena ada yang dinamakan sa'atul ijabah
Dari Jabir radliyallahu’anhu, ia berkata, “aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam” (HR Muslim dan Ahmad)

2. Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang melakukan qiyamul lail
Abdullah bin salam mengatakan, bahwa nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah di waktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk surga dengan selamat” (HR Tirmidzi)

3. Tahajud termasuk shalat yang paling utama
Sebagai mana sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasaalam, “seutama-utama shalat sesudah shalat fardu ialah shalat sunnat di waktu malam (HR Muslim)

4. Akan mendapatkan tempat yang terpuji
Sebagai mana firman Alloh SWT yang artinya "Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ke tempat yang terpuji". (qs. Al Isra: 79)

Jumlah Rakaat sholat Tahajud
Untuk mengenai mas'alah jumlah rakaat shalat tahajud bisa dilaksanakan minimal dua rakaat dengan satu kali salam, dan paling banyak atau maksimal bisa sebanyak-sebanyaknya sesuai dengan kemampuan. Karena Nabi Junjungan kita yaitu Muhammad SAW saw, beliau pernah melaksanakan shalat tahajud sebanyak 10 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, pernah juga 8 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, dan pernah juga 8 rakaat ditambah 3 rakaat sunat witir.

Sholat tahajud ini hendaknya dikerjakan dua rakaat satu salam, sementara itu untuk shalat sunat witirnya, jika dikerjakan lebih dari satu rakaat, misalnya 3 rakaat, boleh dikerjakan sekaligus dengan satu salam, boleh pula dikerjakan 2 rakaat dahulu kemudian salam, dilanjutkan 1 rakaat lalu salam.Jadi dalam melaksanakan shalat tahajud sebaiknya ditambah dengan shalat sunat witir.

Nah untuk mengenai pelaksanaan sholat tahajud walaupun sunat sebenarnya sama dengan praktek shalat fardhu mengenai syarat dan rukun juga mengenai pembatalannya, cuma yang membedakan adalah pada niatnya saja.dan niatnya adalah seperti dibawah ini.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud
1.Niat

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah"

2. Membaca takbir, (membaca Allahhuakbar) dan disunnahkan mengangkat kedua belah tangan sampai batas sejajar dengan telinga

3. Kemudian disunnahkan juga membaca doa iftitah

4. Lalu membaca surat alfatihah, setelah alfatihah membaca surat pendek yang ada dalam Al Qur’an yang telah dihafal, seperti surat Al Ikhlas, Annas, Alfalaq, dan lain-lain

5. Kemudian lanjutkan seperti pada langkah langkah sholat pada umumnya. Seperti ruku, sujud, hingga salam.

Setelah salam disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca do'a sholat tahajud itulah tanda orang beriman dengan memenuhu rukun iman dan islam secara sempurna. Untuk bacaan doa sholat tahajud bisa terus anda update di alamat kami ini. Itulah artikel yang dapat Saya sampaikan mengenai tata cara sholat tahajud semoga membawa hikmah dan manfaat bagi kita semua sehingga kita dapat melaksanakannya dengan benar sesuai ajaran Rosululloh SAW.

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Artinya

Bacaan Niat Tata Cara Lengkap Artinya Doa Sesudah Sholat Dhuha - Setelah kita mengkaji tentang tata cara pelaksanaan sholat dhuha serta bacaannya dari mulai niat sampai dengan bacaan salam, alangkah baiknya kita di lanjutkan dengan bacaan doa setelah sholat dhuha sesuai dengan sunnah Rosul dalam tulisan bahasa arab latin lengkap dengan artinya guna untuk mempermudah bagi yang masih belum faham betul dalam pelaksanaannya dengan jumlah bilangan rakaat yang minimal 2 sampai 12 rakaat akan kami jelaskan secara rinci di sini.

Untuk waktu sholat dhuha yaitu dari mulai terbitnya matahari sampai akhir anda bisa perhatikan bayangan benda. Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Kemudian ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda. Ada sebagian yang memberikan acuan, kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur.

Maka oleh karena itu sebelum kita melaksanakan aktifitas masing-masing misalnya:orang yang mau mengantor, pedagang, buruh, petani dan lain sebagainya kalau bisa melaksanakan sholat dhuha dan setelah sholat langsung membaca doa sholat dhuha, sebelum kita bekerja agar supaya lebih tenang, dikernakan semakin siang pekerjaan kita semakin sibuk, orang kantor sibuk di kantor, pedagang sibuk melayani pembeli, tukang buruh sibuk dengan mengerjakan pekerjaannya tapi memang lebih baik dan utama dikerjakan pada waktu yang paling afdhol/utama.

Tata Cara Bacaan Niat  Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Artinya

Nah jadi kalau menurut Saya melaksanaka sholat dhuha itu sangat enak dilaksanakannya sebelum kita beraktifitas karena sehabis melaksanakan sholat langsung kita berdo'a kepada Alloh SWT supaya dihasilkan semua apa yang kita inginkan sesuai dengan arti isi kandungan dalam do'a shalat dhuha.

Waktu Keutamaan Sholat Dhuha
Waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah ketika sinar matahari sudah mulai  terasa panas (dekat dengan waktu berakhirnya Dhuha).

Sebagai mana hadits yang telah diriwatkan dari Al Qosim As Syaibani bahwa Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Shalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.” (HR. Muslim 748).

Lalu Imam An-Nawawi juga mengatakan: ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan: “Waktu ketika sinar matahari sudah mulai panas itu adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha, walaupun dibolehkan shalat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari, lihat keterangan dalam (Syarh Shahih Muslim, 6/30).

Jumlah Bilangan Rakaat Shalat Dhuha
Para ulama Fiqih yg menyatakan disunnahkannya sholat Dhuha telah sepakat bahwa jumlah minimal roka’at sholat Dhuha adalah 2 roka’at.

Hal ini berdasarkan hadits Shohih berikut ini:

عَنْ أَبي هُريرةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : « أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِ ثَلاثَةَ أَيَامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kekasihku (yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah berwasiat kpdaku dengan 3 perkara (yaitu): agar aku berpuasa 3 hari pada setiap bulan, mengerjakan sholat Dhuha 2 roka’at, dan mengerjakan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sedangkan untuk batas maksimalnya bilangan roka’at sholat Dhuha, maka telah terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat) di antara mereka (para ulama fiqih).

Ada sebagian ulama yg berpendapat bahwa jumlah maksimal roka’at sholat sunnah Dhuha adalah 8 roka’at.

Sebagian ulama lain berpendapat bahwa jumlah maksimal roka’at sholat sunnah Dhuha adalah 12 roka’at.

Dan ada pula diantara ulama yg berpendapat bahwa jumlah maksimal sholat sunnah Dhuha adalah TANPA BATASAN bilangan roka’at tertentu. Maksudnya BOLEH bagi seorang muslim dan muslimah melaksanakan sholat sunnah Dhuha lebih dari 8 atau 12 roka’at sesuai yang ia  kehendaki.

Untuk pendapat yang nampak rojih (kuat dan benar) adalah pendapat terakhir, yaitu tidak ada Batas tertentu untuk jumlah maksimal roka’at sholat sunnah Dhuha.

Hal ini berdasarkan dengan hadits yg diriwayatkan dari Mu’adzah Al-‘Adawiyyah, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah RA, ‘Apakah dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat Dhuha?’ Jawab Aisyah: “Iya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat Dhuha 4 roka’at dan (terkadang) lebih dari itu sesuai dengan yang beliau kehendaki.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Dhuha.
Sholat dhuha walaupun hukumnya sunnah tapi dalam tata cara pelaksanaanya tidak ada bedanya dengan cara pelaksanaan shalat wajib seperti melaksanakan syarat, rukun dan menjauhi segala pembatalannya, supaya sholat itu syah menurut hukum piqih dan diterima oleh Alloh SWT.Amin.

Lafadz Niat Sholat Dhuha Dalam Bahasa Arab Latin Dan Artinay:



Selanjutnya membaca doa iftitah, surat al-fatihah, dan membaca salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, tetapi lebih diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lailu, dan Surat Asy-Syarh.
Lalu melakukan ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.
Selanjutnya I’tidal dan membaca bacaannya.
Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
Lalu duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.
Setelahnya sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
Selanjutnya lakukan rakaat kedua seperti cara rakaat pertama tanpa membaca niat dan doa iftitah.
Lalu kerjakan tasyahud akhir.
Yang terakhir salam dua kali.
Seusai salam, dianjurkan untuk berdzikir lalu membaca do’a setelah sholat dhuha.

Bacaan Do'a Setelah Shalat Dhuha Dalam Bahasa Arab


Demikian yang dapat kami sajikan niat dan cara sholat dhuha lengkap dengan doanya, begitu juga kami sajikan pada artikel selanjutnya, ucapan ramadhan cara sholat tahajud, sholat hajat, cara sholat istikharah, cara sholat jakam qashar, cara sholat taubat, cara sholat tasbih dan masih masih banyak yang lainnya maka terus update disini.

Tata Cara Niat Bacaan Waktu Keutamaan Doa Sholat Hajat Lengkap

Tata Cara Niat Bacaan Waktu Keutamaan Doa Sholat Hajat Lengkap - Banyak diantara kita yang sering melupakan atas melaksanakan sholat hajat, padahal sholat hajat itu sangatlah penting kita laksanakan, karena yang namanya manusia dalam menjalankan kehidupan keseharian itu tak pernah lepas dari kebutuhan, maka sala satu jalan untuk memperlihatkan hajat kita ini kepada Alloh SWT adalah dengan cara sholat hajat.

Sholat hajat memiliki banyak manfaat keajaiban keutamaan dan alangkah baiknya kita minimal shalat hajat 40 hari berturut turut. dan bahkan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas, dari hal paling kecil yang bersifat pribadi hingga hal yang menyangkut kebutuhan secara umum seperti halnya pada sebuah Negara.

keinginan atau hajat tersebut mengalami banyak rintangan dan hambatan dalam meraihnya maka dengan sholat hajat berharap kepada Alloh akan melapangkan dan memudahkan semua apa yang kita inginkan.Namun dikabulkannya hajat kita tidak semua yang kita inginkan melainkan kehendak Alloh SW baik mengenai hajatnya ataupun waktunya.

Tata Cara Niat Bacaan Waktu Keutamaan  Doa Sholat Hajat Lengkap

Seperti halnya kita minta banyak rizqi kepada Alloh malah Alloh memberikan penyakit yang begitu menyakitkan sampai kita dirawat di Rumah Sakit, tapi ternyata ketika kita sedang berada di RU banyak orang yang berdatangan menjenguk sambil ada yang bawa makanan bahkan ada yang mengasih uang,sampai-sampai banyak makanan yang tidak termakan, memang itulah rahasiah Alloh yang kita tidak ketahui padahal itulah jalan yang terbaik menurut Alloh SWT untuk mendapatkan rizqi yang banyak dan halal".

Jumlah Rakaat Shalat Hajat
Jumlah rakaat shalat sunnat hajat paling sedikit 2 rakaat dan yang paling banyak adalah dua belas rakaat.

Waktu Shalat Hajat
Adapun waktu mengerjakannya dapat dikerjakan dimalam hari atau pun dikerjakan pada siang hari, asalkan tidak pada waktu yang terlarang, tapi lebih baik dikerjakan pada malam hari karena ada yang dinamakan sa'atul ijabah, diwaktu sepertiga malam menjelang waktu shubuh.

Cara Mengerjakan Shalat Hajat
Untuk tata cara mengerjakan shalat hajat yang benar sesuai sunnah rosul sama saja seperti melaksanakan shalat-shalat biasa, namunyang membedakannya adalah Niatnya

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

1. Membaca do’a iftitah
2. Membaca surat Al-Fatihah
3. Membaca salah satu surat didalam Al-Qur’an. Afdhalnya rokaat pertama membaca surat Al-Kafirun 10 x dan rokaat kedua membaca surat Al-Ikhlas 11x
4. Ruku’ dengan membaca Tasbih tiga kali
5. I’tidal dengan membaca bacaannya
6. Sujud dengan membaca Tasbih 3 kali
7. Duduk diantara dua sujud dengan membaca bacaannya
8. Sujud dengan membaca Tasbih 3 kali
9. Setlah rokaat pertama, lakakuan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian tasyahud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.

Sesudah baca salam sebelum berdo'a sujud syukur dulu satu kali sambil membaca:

1. Tsubhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilahaillalloh wallohu akbar 10x
2. Allohumma sholli 'alaa syayyidinaa muhammadin wa'alaa ali syayyidina muhammad 10x
3. Rabbanaa atinaa piddunyaa hasanah wapilaakhiroti hasanah wakinaa 'adzabannaar 10 x

Setelah iu baru berdo'a dengan bacaan do'a yang telah masyhur dari rosululloh SAW

Do’a Shalat Hajat

Setelah selesai Shalat Hajat, dianjurkan membaca istighfar 100x, seperti kalimat istigfar yang biasa atau sebagai berikut:

Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Selesai membaca istighfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:

Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.

Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

Bacaan Doa Sholat Hajat

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَتَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضَا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

Artinya :
Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.

Keutamaan Shalat Hajat

Ada banyak keutamaan dalam melaksanakan shalat hajat diantaranya :
– Mendapat pahala dari Allah
– Ketenangan dan ketentraman jiwa setelah menyampaikan semua kebutuhan kepada-Naya
– Harapan dikabulkan semua keperluan (hajat)
– Usaha lebih mendekatkan diri kepada Allah
– DLL

Shalat hajat ini dilaksanakannya jangan cuma satu kali kalau bisa seterusnya karena hajat kitapun juga selama masih hidup terus menerus tiada hentinya dengan tartil bacaan sholat, kalau gak bisa semalam sekali atau seminggu sekali kalau masih gak bisa tergantung pada kepentingan maksud kita ini, Insya Allah hajat kita ini terkabul.

Demikianlah pembahasan cara mengerjakan shalat hajat yang bisa kami berikan kepada anda. Begitu juga kami sajikan yang lainnya seperti kata kata mutiara ucapan idul fitri, ucapan idul adha, tata cara sholat tahajud, sholat duha, shalat Istikharah, Sholat Tasbih, Sholat Jamak Qashar, Sholat Awwabiin, maka terus aja update disini.

Bacaan Niat Dan Tata Cara Sholat Jumat Lengkap Menurut Sunnah

Niat Dan Tata Cara Sholat Jumat. - Hari jumat adalah hari yang istimewa, karena ada amalan-amalan tertentu yang apabila dilakukan pada hari biasa tidak dihitung sebagai ibadah, seperti mandi sebelum sholat jum’at atau banyak yang menyebut sebagai mandi jum’at dan banyak amalan-amalan sunnah yang lainnya, yang harus kita laksanakan karena waktu hanya sekali tidak ada duanya jumat yang akan datang bukanlah jumat yang kemarin.

Dan hari Jumat adalah merupakan salah satu hari raya orang Islam dan salah satu hari mulia yang telah dikhususkan oleh Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad. Pada hari jum’at ada ibadah wajib yang dilaksanakan khusus untuk laki-laki, yaitu shalat jum’at yang dilaksanakan pada waktu tergelincirnya matahari (waktu shalat dzuhur).

Dengan keistimewaan hari jumat itu mari kita jadikan kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan amal ibadah demi meraih pahala yang Alloh telah tentukan bagi seluruh umat Islam, selain dari pada melaksanakan sholat jumat seperti memperbanyak bacaan sholawat, tasbih, tahlil, tadzkir baca ayat-ayat al-Quran, besedekah, doa iftitah, terutama kita bacakan doa antara khutbah dua ketika khatib sedang duduk di situlah ada yang di namakan saatul ijabah.

Niat Dan Tata Cara Shalat Jum'at Menurut Sunnah

Lafadz Niat Sholat Jumat Arab Latin Dan Artinya

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.

Artinya :Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.

Bacaan niat sholat jum'at diatas adalah khusus untuk yang menjadi makmum. Adapun jika Anda menjadi imam, maka bacaan ma'muuman diganti menjadi imaaman. Lafadz niat sholat jum'at sebagai imam selengkapnya adalah sebagai berikut:

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya :Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta'ala.

A. Ketentuan Shalat Jum'at.

1. Pengertian Shalat Jum'at.

Shalat jum'at adalah ibadah shalat yang dikerjakan pada hari jum'at sebanyak dua raka'at secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.Shalat jum'at hukumnya adalah wajib 'ain bagi setiap laki-laki dewasa dengan syarat-syarat tertentu sebagai mana AllohSWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9)

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui".(QS.Al-Jum'ah;9)

2. Syarat-syarat Shalat Jum'at.
Syarat shalat jum'at terbagi kepada dua bagian, yaitu wajib jum'at dan syarat sah jum'at.

a.Wajib Shalat Jum'at.
Shalat jum'at diwajibkan kepada orang yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Beragama Islam
2) Merdeka (bukan hamba sahaya)
3) Balig atau sudah dewasa
4) Berakal sehat
5) Laki-laki
6) Sehat badan
7) Mukim atau penduduk tetap, bukan sedang perjalanan(musafir)

b. Syarat Sah Jum'at.
Untuk mendukung untuk sahnya shalat jum'at maka diperlukan syarat-syarat sebagai berikut:
1) Diadakan didaerah pemukiman
2) Minimal dihadiri oleh 40 orang yang memenuhi persyaratan wajib jum'at
3) Dilaksanakan secara berjamaah
4) Dilaksanakan padawaktu Zhuhur
5) Didahului oleh khutbah

3. Rukun-rukun Shalat Jum'at.
Rukun shalat jum'at sama halnya dengan rukun mengerjakan shalat Fardlu atau shalat lima waktu, hanya saja ditambah dengan rukun yang lain, yaitu:
a. Niat
b. Berdiri bagi orang yang mampu
c. Takbirotul ihram
d. Membaca surah al-Fatihah
e. Ruku dengan tuma'ninah
f. I'tidal dengan tuma'ninah
g. Sujud dua kali dengan tuma'ninah
h. Duduk diantara sujud dua dengan tuma'ninah
i. Duduk akhir
j. Membaca tasyahud akhir
k. Membaca shalawat atas Nabi SAW
l. Membaca salam pertama
m. Menertibkan rukun
n. Dikerjakan dua rakaat secara berjamaah
o. Adanya dua khutbah

4. Sunnah-sunnah Shalat Jum'at.
Adapun yang berhubungan dengan sunnah-sunnah mengerjaka shalat jum'at, antara lain :
a. Mandi sebelum melaksanakan shalat jum'at.

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

"Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jum'at hendaklah dia mandi." (HR. Muslim)

b. Berhias dengan memakai pakaina yang bagus, rapih dan berwarna putih
c. Memakai wewangian

حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ خَالِدٍ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ غُرَابٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ أَبِي الْأَخْضَرِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ السَّبَّاقِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Sesungguhnya ini adl hari raya yg telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat jum'at hendaklah mandi, jika mempunyai minyak wangi hendaklah mengoleskannya,dan hendaklah kalian bersiwak. [HR. ibnumajah No.1088].

d. Memotong kuku, mencukur rambut, kumis, dan menyisir rambut.

Sementara yang dikeluarkan oleh Muslim dari Hadist Anas,

وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا يترك أكثر من أربعين يوما

“Kami diberi (ketentuan) waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut sekitar kemaluan. Agar tidak melebih dari empat puluh hari.”

e. Berangkat kemasjid pada awal waktu.

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَيَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ إِلَى الْجُمُعَةِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي كَبْشًا ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي دَجَاجَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ وَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَجَلَسُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Jika tiba hari Jum'at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum'at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah)." (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 10164)

f. Memperbanyak membaca al-Qur'an dan dzikir sebelum khutbah dimulai.

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّيْ، يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا.

"Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut hari Jum'at, lalu menyatakan, 'Di dalamnya terdapat satu saat yang tidaklah seorang hamba muslim menepatinya dalam keadaan 'berdiri melaksanakan shalat' untuk memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah mengabulkan permintaannya,seraya mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktunya cuma sebentar." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitab al-Jumu'ah, Bab as-Sa'ah al-Lati fi Yaum al-Jumu'ah 2/415, no. 935; Muslim, Kitab al-Jumu'ah, Bab as-Sa'ah al-Lati fi Yaum al-Jumu'ah 2/583, no. 852.)

g. Memperbanyak do'a dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku…." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

B. Ketentuan Khutbah Jum'at.
Khutbah dalam shalat jum'at adalah termasuk bagian dari rukun shalat jum'at.Maka oleh karena itu. khutbah shalat jum'at harus memenuhi syarat dan rukun yang telah ditetapkan.

1. Syarat Khutbah
a. Dilakukan setelah masuk shalat Zhuhur
b. Dilakukan dengan berdiri bagi khatib yang mampu.
 c. Duduk sejenak diantara dua khutbah
d. Khatib suci dari hadats dan najis
e. Khatib menutup aurat
f. Berturut-turut antar khutbah dengan shalat jum'at, dan diantara kalimat-kalimat dalam rukun khutbah
g. Dapat didengar oleh jama'ah
h. Rukun khutbah menggunakan bahasa arab

2. Rukun Khutbah.
a. Membaca hamdalah
b. Membaca shalawat
c. Berwasiat taqwa kepada jama'ah baik urusan dunia maupun akherat
d. Membaca ayat al-Qur'an pada sala satu dua khutbah
e. Mendo'akan orang-orang mukmin laki-laki ataupun perempuan pada khutbah kedua

3. Sunnah-sunnah Khutbah Jum'at.
a. Tertib rukun-rukun khutbah.
b. Dilakukan diatas mimbar atau tempat yang tinggi.
c. Memberi salam diawal khutbah
d. Mengumandangkan adzan sebelum khutbah.
e. Khutbah dilakukan dengan suara keras, tegas, jelas dan mudah dipahami.
f. Khatib tidak boleh melirik kekiri atau kekanan, tetap manghadap jama'ah.
g. Membaca surat al-Ikhlas padawaktu duduk diantara dua khutbah
h. Para jama'ah mendengarkan dan merenungkan isi khutbah

C. Membiasakan Shalat Jum'at.
Umat Islam tidak diperkenankan untuk meninggalkan shalat jum'at kecuali ada halangan, seperti sakit atau sedang berada dalam perjalanan. Meninggalkan shalat jum'at berarti telah berbuat dosa kepada Alloh SWT. Kebiasaan meninggalkan shalat jum'at akan mengakibatkan hati ntertutup dan akan dimasukan oleh Alloh SWT kepada golongan orang-orang yang lalai. Rosululloh SAW bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

Artinya :“Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865)

Begitulah yang dapat Saya sampaikan mengenai niat dan tata cara  sholat jumat menurut sunnah, begitu juga kami sajikan dalam artikel ini, teks khutbah jumat, niat sholat jumat,rukun sholat jumat, hadist sholat jumat, hukum sholat jumat bagi wanita, sholat sunah sebelum sholat jumat, cara sholat tahajud, sholat dhuha, sholat istikharah, dan masih banyak yang lainnya, maka terus saja update di sini.