Kumpulan Sholat Dan Doa Beserta Artinya

Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut Lengkap Sesuai Sunnah

Bacaan Do'a Naik Kendaraan Darat, Laut dan Udara Paling Lengkap - Seiring dengan perkembangan jaman yang begitu serba canggih kini banyak kendarana baik kendaraan pribadi ataupun umum darat udara dan laut untuk dijadikan transportasi bepergian jauh ataupun dekat, maka untuk itu sesuai dengan tata cara dalam agama islam supaya kita berada dalam ketenangan, keselamatan, kenyamanan terutama mendapatkan ridho Alloh maka kita di anjurkan untuk mebaca doa naik kendaraan, doa diatas dalam dan doa turun dari kendaraan.

Biasanya ketika kita akan bepergian kemana saja, semua apa yang kita rencanakan sudah anda persiapkan baik mental,fisik dan hal lain yang berhubungan dengan semua rencana anda saat ini,namun ada satu hal yang lebih penting dalam menempuh perjalanan supaya selamanya kita mendapat bingbingan keselamatan dan lain sebaginya adalah memanjatkan Do'a kepada Alloh SWT sebagi wujud kita sebagai manusia tidak ada kemampuhan apa-apa hanya lah semua itu atas pertolongan Alloh SWT.

Oleh karena itu maka kami di sini akan mengingatkan kepada sesama orang muslim dimana pun berada ketika akan bepergia dari mulai keluar rumah, diperjalanan bahkan sampai ketujuan untuk selalu derbo'a kepada Alloh SWT sebagai mana bacaan doa naik kendaraan dan doa doa lainnya yang tertulis di bawah ini:

Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut Lengkap Sesuai Sunnah

1. Do'a Keluar Rumah.

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

"Bismilaahi tawakkaltu 'alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi"

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja

2. Do’a bepergian

اَللّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَاسَفَرَ نَاهذَاوَاَطْوِعَنَّابُعْدَهُ, اَللّهُمَّ اَنْتَالصَّـاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُ فِى اْلاَهْلِ

“Alloohumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa wa athwi ‘annaa bu’dahu. Alloohumma antash shaahibu fis safari wal khaliifatu fil ahli”.

Artinya :“Wahai Tuhanku, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah kejauhannya. Wahai Tuhanku, Engkau adalah teman berpergian dan pelindung keluarga”.

3. Do'a Naik Kendaraan Darat:

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

SUBHAANAL LADZII SAKHHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNGQOLIBUUNA.

Artinya :Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

4. Do'a Ketika Sudah Dalam Kendaraan Sudah Mau Berangkat

اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ لَمُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الأَهْلِ , اللَّهُمَّ اِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
Subhaanal ladzi sakhkharah lanaa haadza wa maa kunnaa lahu lamuqriniin wa innaa ilaa rabbina lamunqolbuun. Allahumma innaa nas aluka fi safarinaa haadzal birra wat taqwa, wa minal ‘amali maa tardhaah, allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadza wathwi ‘annaa bu’dahu. Allahumma antas shoohibu fis safari wal kholiifatu fil ahli, Allahumma inni a’uudzubika min wa’tsaa-is safari wa kaaabatil mandhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli

Artinya :”Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Maha suci Tuhan yang telah memperjalankan kami, kepada-Nya kami mendekat dan hanya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah berikanlah kebaikan, ketakwaan perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan ini termasuk sebagian dari perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah ringankanlah perjalanan kami ini dan . Ya Allah Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pemimpin di waktu menetap, Ya Allah kami berlindung dari kesusahan dalam perjalanan dan

5. Do'a Naik Kendaraan Laut:

بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآ اِنَّ رَبّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

BISMILLAAHI MAJRAHAA WA MURSAAHAA INNA ROBBII LAGHOFUURUR ROHIIM

Artinya: Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh sesungguhnya Tuhanku Maha Pemaaf lagi Pengasih.

Itulah Bacaan Do'a Naik Kendarana yang dapat saya publikkan seperti sebelumnya kami telah berbagi bacaan doa qunut, doa sebelum bekerja semoga besar manfaatnya bagi kita semua  terutama bagi orang yang sering bepergian jangan lupa kita sempatkan waktu sejenak untuk berdo'a kepada Alloh SWT.

Tata Cara Adab Berdoa Dzikir sesuai sunnah Agar Cepat Dikabulkan

Cara Berdoa Yang Baik dan Benar.
Dengan kasih sayang Allo SWT terhadap hambanya tidak akan membiarkan hambanya dalam menjalani kehidupan didunia ini demi tercapainya kebahagiaan akherat, Alloh SWT selalu memberikan bimbingan dan memberikan hal yang terbaik maka kita harus selalu optimis, namun pemberian tersebut perlu adanya ikhtiar kita seperti berdoa dan berusaha dan Alloh SWT akan mengabulkannya atas doa kita pada waktu dan sesuatu yang telah di tentukan oleh Alloh SWT .

Akan tetapi kita merasa bahwa doa-doa itu tidak dikabulkan. Hal seperti ini sering mendatangkan sikap mengeluh bahkan sampai-sampai kita menghentikan berdoanya. Padahal bukannya Alloh SWT tidak mengabulkan atas doa kita, karena dikabulkannya doa itu sudah jadi janji Alloh SWT, namun perlu kita koreksi dulu keberadaan diri kita ketika sedang berdo'a, agar doa kita dikabulkan Allah. Bahwa terkadang do'a tidak atau belum dikabulkan oleh Allah karena ada alasan syarat yang belum terpenuhi, tapi terkadang juga iradah (kehendak Allah ) yang -memberi jalan lain selain yang kita panjatkan karena Allah Maha Tahu akan hakikat suatu masalah.

Dengan hal seperti itu agar keinginan kita terkabulkan oleh Alloh SWT terlebih dahulu kita perhatikan  adab berdoa atau tata cara berdoa yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Alloh dan Rosulnya dan juga mengenai tempat serta waktu yang paling baik untuk berdoa seperti setelah sholat atau pada waktu malam karena pada waktu malam itu ada yang dinamakan Saatul ijabah (waktu diterimanya doa) untuk lebih jelasnya bisa kita simak seperti di bawah ini:

Tata Cara  Adab Berdoa Dzikir sesuai sunnah Agar Cepat Dikabulkan

Jika kita sebagai hamba AllohSWT mempunyai rasa tidak yakin keberhasilan sesuatu yang dikerjakan sedangkan Allah selalu mengkabulkan sesuatu sesuai dangan yang ia niatkan maka ia sudah berburuk sangka ( Su-udzzon ) terhadap Allah SWT padahal sudah jelas didalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

"Aku tergantung pada prasangka hambaku " (Niat-sugesti ) terhadap diriku dan Aku selalu bersamanya apabila ia selalu mengingatku".

Dalam Hadits lain Nabi bersabda : "Bahwa segala sesuatu perbuatan harus dilandaskan dengan niat dan perbuatan itu sesuai dengan apa yang diniatkan". (HR.Bukhari Muslim) ".
 Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا . قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).

TATA CARA BERDO'A AGAR CEPAT DIKABULKAN

1. Hindari Makanan dan Harta Haram

Makanan yang haram menjadi sebab tertolaknya do,a maka jauhilah mekanan-makanan yang dihasilkan dari perbuatan yang tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. Dan Allah juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya?” (HR. Muslim)

2. Ketahiu Waktu yang Mustajab Untuk Berdo'a

Adapun waktu yang mustajab untuk berdo'a adalah hari Arafah,bulan Ramadhan, hari Jumat terutama pada waktu duduk antara khutbah dua,ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, ketika menjelang berbuka puasa. waktu sahur dan sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Dengan kasih sayang Allah diturunkan ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah radhiallahu’anhu mengatakan, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklahberdoa.” (HR. Muslim)

3. Menghadap Kiblat sambil Mengangkat Tangan

Sebagai mana hadits dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)

Cara mengangkat tangan:

Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani)

4. Memulai dengan pujian kepada Allah dan Bershalawat Atas Nabi SAW

Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul husna).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda,

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء

“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

5. Tidak Mengeraskan Suara

Karena kita memohon itu bukan kepada dzat yang tuli dan tidak pula kepada dzat yang jauh dari diri kita, tapi kepada dzat yang maha mendengar dan lebih dekat kepada diri kita.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih.

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

6. Khusyu’, Merendahkan Hati, dan Penuh Keyaqinan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya': 90)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه

“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani)

Sehingga ketika kita berdo'a jangan sampai mengatakan ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau

Sebagai mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له

“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7.Jangan Tergesa-gesa

Karena tergesa-gesa agar segera dikabulkan, dan menghindari perasaan: mengapa do'aku tidak dikabulkan atau kalihatannya Allah tidak akan mengabulkan do'aku.
Sikap tergesa-gesa agar segera dikabulkan, tetapi doanya tidak kunjung dikabulkan, menyebabkan dirinya malas berdo'a.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى

“Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم، ما لم يستعجل، قيل: يا رسول الله وما الاستعجال؟ قال: يقول قد دعوت وقد دعوت فلم أر يستجيب لي، فيستحسر عند ذلك ويدع الدعاء رواه مسلم

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?” Beliau bersabda, “Orang yang berdoa ini berkata, ‘Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan’. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Sebagian ulama mengatakan: “Saya pernah berdoa kepada Allah dengan satu permintaan selama dua puluh tahun dan belum dikabulkan, padahal aku berharap agar dikabulkan. Aku meminta kepada Allah agar diberi taufiq untuk meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baguku.”

8. Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun Kepada Allah

Dengan memperbanyak kita mendekatkan diri kepada Allah itu adalah merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ….، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi..” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan bahwa ketika terjadi musim kekeringan di masa Umar bin Khatab, beliau meminta kepada Abbas untuk berdoa. Ketika berdoa, Abbas mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya tidaklah turun musibah dari langit kecuali karena perbuatan dosa. dan musibah ini tidak akan hilang, kecuali dengan taubat…”

9. Jauhi Mendoakan Keburukan, Baik Untuk Diri Sendiri, Anak, Maupun Keluarga

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَدْعُ الإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإِنسَانُ عَجُولاً

“Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra': 11)

وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُم بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ

“Kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka (binasa).” (QS. Yunus: 11)

Ayat ini berbicara tentang orang yang mendoakan keburukan untuk dirinya, hartanya, keluarganya, dengan doa keburukan.

Dari Jabir radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، ولا تدعوا على خدمكم، ولا تدعوا على أموالكم، لا توافق من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجاب لكم

“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Adab Dan Tata Cara Agar Berdoa Cepat Dikabulkan Yang Baik Dan Benar, begitu juga kami sajikan doa selamat, tata cara sholat tahajud, doa untuk keluarga, doa ketenangan hati, doa untuk orang tua doa untuk anak dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.Amiiiin

Amalan Keutamaan Hikmah Doa 1 Muharram Niat Puasa 9 10 Asyura

Amalan Keutamaan Hikmah Doa 1 Muharram Niat Puasa 9 10 Asyura - Bulan muharram adalam merupakan bulan pertama dalam hitungan bulan hijriyyah, dan merupakan bulan agung yang memiliki banyak keistimewaan , hikmah, serta manfaat yang bisa kita raih dengan cara memperbanyak amalan seperti puasa terutama pada tanggal 10 yang sering kita sebut dengan asyura di sdanalah kita harus jadikan kesempatan untuk berbakti kepada Alloh SWT.

Bulan muharram juga adalah merupakan awal hitungan tahun baru islam atau hijriyah yang dimana pada akhir bulan dzul hijjah dan awal muharram kita mengadakan ritual keagamaan dengan cara melaksanakan sholat tasbih, membaca surat yasin, membaca doa akhir dan awal tahun dan amalan amalan yang lainnya, terutama pada tanggal 10 muharram kita di sunnahkan melaksanakan untuk melaksanakan puasa dengan istilah puasa asyura dan bersedekah memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, pakir miskin para jompo terutama kita bisa lebih membahagiakan keluarga.

Melaksanakan amalan-amalan tersebut kita akan mendapatkan banyak manfaat, keutamaan, hikmah dan keistimewaan dari Alloh SWT sebagai mana yang telah di sampaikan oleh baginda Rosululloh SAW.Maka untuk itu kami di sini akan sedikit berbagi ilmu tentang bacaan niat puasa asyura dan tasu'a 9 dan 10 muharram atau bisa juga di sebut puasa tasyu'a dan asyura serta bacaan doa buka puasanya dalam tulisan arab latin lengkap dengan artinya sesuai sunnah guna untuk membantu saudara-saudara kita yang masih belum faham atau karena mungkin lupa lagi atas bacaan tersebut.

Amalan Keutamaan Hikmah Doa 1 Muharram Niat Puasa 9 10 Asyura

Bacaan Niat puasa tasu'a arab dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ تَاسُوْعَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma fii yaumi taasuu’aa’ sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah tasu’a sunnah karena Allah Ta’ala
Niat Puasa Asyura

Bacaan Niat puasa asyura' arab dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah asyura sunnah karena Allah Ta’ala

Untuk dalil keutamaan puasa tanggal 9 dan 10 muharam sebagai mana Rosululloh bersabda dalam haditsnya sebagai berikut:

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِي الهُِ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ الهِن صَلَّى الهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ …

“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” [1]

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الهُم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الهُل بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” [2]

صَامَ رَسُولُ الهِع صَلَّى الهُت عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ الهِس إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ الهَِ صَلَّى الهُم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ الهَِ صَلَّى الهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata:”Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”[3]

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhon.[4]

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)..[5]

Dari berbagai referensi, maka keistimewaan/keutamaan 10 Muharam berlaku:

1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah dan dipertemukan dengan Siti Hawa..
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
7. Penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkkan Allah.
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
12. Nabi Sulaiman dikaruniakan Allah kerajaan yang besar.
13. Nabi Isa diangkat ke langit.
14. Nabi Muhammad saw. terbebas dari racun orang-orang Yahudi.
15. Hari pertama Allah menciptakan alam.
16. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
17. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
18. Allah menjadikan 'Arsy.
19. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
20. Allah menjadikan alam.
21. Allah menjadikan Malaikat Jibril.

Demikianlah yang dapat kami buat tentang Pengertian, Manfaat, Hikmah, Keistimewaan, Keutamaan, Amalan Doa 1 Muharram, Dalil Hadits Shohih, Niat Puasa Sunnah, Hari 9 Tasua Dan 10 Asyura, seperti sebelumnya kami telah menyajikan bacaan doa akhir dan awal tahun hijriyah, semoga dengan adanya artikel kami ini dapat bermanfaat bagi kita semuan dan kita selamanya mendapatkan bimbingan hidayat taufiq serta inayyah dari Alloh SWT.

Bacaan Dzikir Amalan Doa Akhir dan Awal Tahun 1441 H- 2019 M

Bacaan Dzikir Amalan Doa Akhir dan Awal Tahun 1441 H- 2019 M - Untuk umat islam pada khususnya dalam peyambutan tahun baru supaya bisa menjadikan ibadah tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Aloh SWT maka sambutlah dengan cara islami seperti kita adakan doa bersama dan sholat tasbih serta melaksanakan sujud syukur dan yang lainnya dengan penuh rasa syukur kepada-NYA, dan untuk tata cara sumber membaca tulisan doa puasa akhir awal tahun latin indonesia arab hijriyah 1441, masehi 2019 alangkan baiknya kita berdoa secara berjamaah maupun sendirian.

Karena makna doa adalah merupakan salah satu senjata dan kekuatan bagi orang yang beriman kepada Allah SWT. Di dalamnya terkandung renungan, harapan, kecemasan, dan (sekaligus) optimisme terhadap kondisi yang lebih baik. Berdoa merupakan salah satu bukti memperlihatkan sikap dan perilaku yang rendah di hadapan Alloh SWT. Berdo’a juga merupakan perwujudan sikap pantang menyerah menghadapi realitas kehidupan. Karena di balik do’a tersirat harapan yang besar.

Nah untuk itu, karena setiap orang dalam menjalani kehidupannya selalu dirundung dengan segala kebutuhan baik yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya umum, maka oleh karenai itu kita sebagai orang yang beriman, sepantasnya memohon kepada Alloh SWT untuk supaya dihasilkan segala apa yang kita harapkan, terutama sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru umat islam yang mana pada akhir tahun itu dan akan memasuki pada tahun berikutnya kita memohon kepada Alloh dengan membacakan doa akhir dan awal tahun supaya bisa hidup dengan penuh barokah, panjang usia dan disertai dengan kesehatan lahir maupun batin.

Bacaan Dzikir Amalan Doa Akhir dan Awal Tahun 1441 H- 2019 M

Dengan adanya pergantian tahun baru ini bagi umat islam sendiri harus benar-benar di jadikan momentum yang sangat kita banggakan karena pada awal tahun terutama pada pergantian tahun hijriyah yaitu bulan muharam mengnadung sejarah yang sangat berharga dan alangkah mulianya bulan muharam itu sehingga kita bisa mendapatkan banyak pahala dari Alloh SWT ketika kita berbuat kebaikan misalnya membaca doa akhir dan awal tahun melaksanakan puasa pada tanggal 10 muharam memperbanyak shodaqoh terutama kepada anak-anak yatim piatu para jompo dan yang lainnya semoga kita bisa lebih bermakna dalam penyambutan tahun baru hijriyah itu.

Kita telah tiba di penghujung tahun 2019 Masehi. Ini adalah hari terakhir. Nanti malam sudah masuk tahun baru 2020 Masehi. Mari kita sama-sama berdo'a Kepada Alloh SWT, berikut ini bacaan do’a akhir tahun Hijriyah untuk dibaca sebelum masuk waktu sholat Maghrib:

DO'A AKHIR TAHUN DALAM TULISAN ARAB LATIN DAN ARTINYA
Dibaca setelah shalat Ashar pada akhir tanggal Zulhijjah sebanyak 3 kali :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّمَ()اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وِلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْ رَتِكَ عَلَى عُقُوْ بَتِيْ وَدَعَوْ تَنِيْ اِلَى التَّوْ بَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ() اَللَّهُمَ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَلِمْتُهُ فِيْهَا مِمَّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْئَلُكَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ()اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ() وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Washalallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa salam. Allahumma maa ‘amiltu fii haadzihis sanati mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu walam tardlahu walam tansahuu wahalimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilattaubati minhu ba’da juratii ‘alaa ma’shiyatika fainnii astaghfiruka faghfirli. Wamaa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardlaa-hu wawa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as alukallaahumma yaa kariimu yaa dzal jalaa-li wal ikraami an tataqabbalaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallam” (3x)

Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Semoga rahmat Allah tercurah kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat beliau.Ya Allah, segala amal yang aku lakukan pada tahun ini (yang telah silam), dari hal-hal yang Engkau larang kepadaku, lalu aku tidak bertaubat, sedangkan Engkau tidak meridhoinya, dan Engkau tidak melupakannya, dan menyantuni atasku sesudah kekuasaan-Mu atas siksa-siksa padaku. Engkau menyeru aku bertaubat darinya sesudah aku lakukan durhaka pada-Mu. Perkenankanlah Engkau mengampuni aku. Dan segala apa yang aku lakukan di dalamnya dari hal-hal yang Engkau ridhoi, dan Engkau telah menjanjikan pahala kepadaku, maka aku memohon kepada-Mu ya Allah Dzat yang Mulia, hai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, hendaklah Engkau terima dariku,janganlah Engkau memutuskan harapanku dari rahmat-Mu hai Dzat Yang Mulia.Shalawat dan salam, tetapkanlah pada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.

DO'A AWAL TAHUN ARAB LATING LENGKAP DENGAN ARTINYA
Doa awal tahun ini dibaca setelah sholat Magrib pertama bulan Muharram, sebanyak 3 kali.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa
sallam.Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga rahmat Allah tercurah kepada junjungan kami dan pemimpin kami nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat beliau.‘Ya Allah,Engkaulah Dzat yang abadi, yang terdahulu,yang mula-mula. Atas AnugerahMu yang besar dan kemurahanMu yang dijadikan pegangan, inilah tahun baru telah datang. Kami mohon kepadaMu pemeliharaan selama tahun ini dari setan, sahabat2, dan pasukannya. dan pertolonganmu untuk melawan nafsuku ini yang selalu mengajak kepada kejahatan, serta sibukkanlah (aku) dalam melakukan amal yang dapat mendekatkan diriku kepadaMu sedekat-dekatnya, Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemulyaan’.Shalawat dan salam, tetapkanlah pada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.

Itulah yang dapat sampaikan kepada seluruh kerabat seiman dan seperjuangan dimana pun berada tentang bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun 1441. begitu juga kami sajikan doa setelah sholat fardhu, ucapan idul adha, ucapan idul fitri, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga dengan adanya artikel kami ini besar manfaatnya bagi kita semua semua.

Hukum Bacaan Doa Qunut Nazilah Musibah Muzammil Hasballah

Bacaan Doa Qunut Nazilah Arab Latin - Dengan datangnya musibah atau bencana yang menimpa pada umat islam termasuk gempa, longsor, sunami, terutama penganiayaan atau pembantaian pada umat islam maka disunnahkan untuk membacakan bacaan doa qunut nazilah dalam setiap kali melaksanakan sholat bukan hanya pada sholat sunuh saja, karena Rosululloh SAW pun beserta para shahabatnya selalu melaksanakannya.

Adapun tata cara paelaksanaa membacakan Doa Qunut nazilah itu adalah pada I'tidal (berdiri sesudah Ruku) terakhir dalam sholat dan dibacakannya bisa setiap kali sholat Fardhu yang lima waktu, itu juga bila kita atau saudara- saudara sesama umat islam dimana saja berada sedang mendapatkan musibah atau cobaan dari Alloh SWT, ini salah satu bentuk solidaritas kita saling mendoakan agar semua apa yang sedang terjadi Alloh SWT secepatnya menghilangkan musibah tersebut.

Dengan demikian maka kami di sini akan menyajikan teks bacaan Doa qunut nazilah lengkap dalam bahasa arab dan artinya, guna untuk saling mengingatkan bagi saudara-saudara kami seiman dan seperjuangan dimana pun berada yang masih belum hapal atau mungking lupa lagi dalam bacaannya doa qunut nazilah seperti di bawah ini:

Hukum Bacaan Doa Qunut Nazilah Untuk Musibah Muzammil Hasballah

Bacaan Doa Qunut Nazilah Dalam Bahasa Arab
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
Dalam tilisan latin:
Allohummagfir lanaa walilmu'miniina walmu'minaati walmuslimiina walmuslimaati wallip baena quluubihim wa aslih dzata bainihim wanshurhum 'alaa 'adzuwwika wa'adzuwwihim.
Allohummal'an kaparota ahlal kitaabi alladziina yashudduuna 'an sabiilika wayukadzibuuna rusulaka wayuqootiluuna auliyaaika.
Allohumma khollip baena kalimihim wazalzil iqdaamahum wainzil bihim ba sakalladzii latarudduhuu 'anilqaumil mujrimiin.

Artinya :Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.

Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.

Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.
Atau dengan bacaan yang lainnya:
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،
اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ
اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً
أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ يَهُوْدِى اِسْرَائِيْلِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Artinya : “Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).

Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir Yahudi Israil dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.

Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”

Doa Qunut Nazilah untuk Palestina dan Iraq
اللهم أَعِزَّ الإسلامَ و المسلمين , اللهم أَذِلََّ الشِركَ و المُشرِكِين , أللهم انْصُرْ اخوانَنَا المسلمين و المجاهدين و المُسْتَضْعَفِين , فى فلسطين و فى لُبْنَان و فى العراق وفى كل مكان و فى كل زمان
Artinya :Ya Allah! Muliakan Islam dan orang islam. Ya Allah! Hinakan Syirik dan musyrikin. Ya Allah! Tolonglah saudara-saudara kami yang muslim dan mujahidin dan golongan-golongan lemah, di Palestine, di Lubnan, di Iraq dan di semua tempat dan di semua masa.

Itulah yang dapat kami sampaikan pada artikel ini mengenai bacaan doa qunut nazilah arab latin lengkap dengan artinya, Namun bukan hanya itu saja yang dapat kami sajikan masih banyk lagi yang lainnya, semoga dengan adanya bacaan doa qunut ini kita bisa mengamalkannya demi untuk momohon keselamatan pribadi pada khususnya mau pun untuk secara umum ke padaAlloh SWT.

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Untuk Imam Pendek Latin Artinya

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Untuk Imam Pendek Latin Artinya - Doa qunut adalah merupakan bacaan doa yang di bacaakan dalam sholat setelah melaksanakan ruku pada rakaat akhir terutama pada sholat shubuh karena, membaca da qunut pada sholat shubuh pendapat madhab imam syafii adalah sunnah ab'ad sedangkan menurut selain imam syafii tidak termasuk sunnah ab'ad sehingga dengan hal tersebut menjadi dua persi antara Muhammadiyah dan NU

Dengan kesunahan tersebut pada bacaan doa qunut ada yang termasuk sunnah ab'ad yaitu pada waktu sholat subuh dan pada sholat witir setengah bulan keakhirkannya dan ada juga qunut nazilah ( tolak balai), misalnya ketika kita sebagai ummat Islam dimana pun berada mendapat musibah berupa apa saja musibahnya, nah disitulah kita di sunanatkan setiap kali sholat membacakan doa qunut.

Ada pun kedudukan hukum membaca Doa Qunut dalam sholat itu sunnah, namun kalau dalam pelaksanaan sholat shubuh kedukukannya adalah sunnah ab'ad artinya kalau seandainya kita lupa tidak membaca doa qunut pada i'tidal terakhir maka nanti sebelum membaca salam di sunaatkan sujud syahwi dengan dua kali sujudan sambil membaca "Subhaana man laa yanaamu walaayshu" Maha suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Untuk Imam Pendek Latin Artinya

Dengan adanya hukum sunnah membaca doa qunut dalam sholat, maka kami di sini akan sedikit berbagi ilmu mengenai bacaan doa qunut subuh pendek untuk imam bahasa Indonesia, barang kali masih ada saudara-saudara kami seiman dan seperjuangan yang masi belum hapal atau mungkin kita lupa lagi atas bacaan doa qunut maka dengan itu Kami disini telah menyajikannya seperti bacaan doa qunutdi bawah ini:

DO’A QUNUT ARAB

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

DO’A QUNUT LATIN

Allahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa athaiit. Wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Wa innahu laa yudzillu man waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit astaghfiruka waatuubu ilaiik, wasollauallahuaala sayyidina muhammadin-nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Terjemahannya :

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. BErilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan.

Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

Catatan;
1. Untuk seorang imam semua kata Nii di ganti dengan kata Naa, sehingga di baca Allohummahdinaa dan seterusnya.
2. dalam kata, Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik.sampai akhir ketika shalat berjamaah utamanya untuk imam tidak usah dibaca tarik cukup aja kedengaran untuk diri sendiri.

Bacaan doa qunut ini khusus untuk doa qunut subuh, sedangkan bacaan doa qunut nazilah masih perlu kita belajar lagi, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Amiiin

Dzikir Bacaan Doa Sesudah Sholat Tahajud Arab Lengkap Artinya

Dzikir Bacaan Doa Sesudah Sholat Tahajud Arab Lengkap Artinya - Setelah kita selesai melaksanakan sholat sunnat tahajud alangkah baiknya sebelum meninggalkan tempat sholat di akhiri dengan bacaan doa, yang mana bacaan doa setelah sholat tahajud akan kami sajikan di sini dalam tulisan bahasa arab, latin lengkap dengan artinya atau terjemaahannya guna untuk memberikan kemudahan bagi rekan2 kami di manapun berada yang masih belum faham atas bacaan doa tersebut dan cara melaksanakan sholat tahajud harus di malam hari selepas tidur.

Oleh karena melaksanakan sholat tahajud harus selepas tidur maka bila Anda melaksanakannya tanpa tidur dulu maka itu hasilnya sholat sunnat biasa ( Sunnat Mutlaq). Ada pun mengenai waktu untuk pelaksanaan sholat tahajud itu setelah melaksanakan Sholat Isya sampai terbitnya Fajar Shidiq (waktu shubuh) melaksanakan sholat tahajud itu sangat di anjurkan oleh Alloh SWT walau pun hukumnya sunat.

Namun walau pun waktu sholat tahajud itu panjang akan tetapi ada salah satu waktu yang paling baik untuk melaksanakannya, maka waktu itu terbagi 3 bagian. Waktu Sepertiga Pertama ialah yang kira – kira dari jam 19.00 malam sampai dengan jam 22.00 mlm (Waktu Saat Utama), Waktu Sepertiga Kedua ialah kira – kira dari jam 22.00 mlm sampai dg jam 01.00 pagi (Waktu ini saat yang lebih utama) dan Waktu Sepertiga Ketiga ialah waktu kira – kira dari jam 01.00 pagi sampai dg sebelum masuknya waktu shubuh (Waktu yg paling sangat utama).

Dzikir Bacaan Doa Sesudah Sholat Tahajud Arab Lengkap Artinya

Ada pun cara bacaan niat  dan doa sholat tahajud bisa kita kaji seperti yang akan Saya kutip dalam artikel ini,mengapa disini saya membahas tentang doa dan niat sholat tahajud? Karena niat adalah merupakan hal yang bisa membedakan antara adat dan ibadah, dan juga niat adalah yang bisa menentukan syah dan tidak syahnya amal-amalan kita dihadapan Allh SWT.

Bacaan Niat Sholat Tahajud Arab dan Latin

اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى... اللهُ اَكْبَرْ

Latin: ” USHALLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA Allohu Akbar”’.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah tahajud dua rokaat karena Allah ta'ala...Allahu akbar".

Jika lebih dari dua rokaat, misalnya 4, 6, 8, 10 atau 12 rokaat, maka niat yang dibaca tetap sama. Jadi, dua rokaat satu salam.

Setelah selesai sholat, maka bacalah Doa sholat tahajud sesuai denga bacaan doa yang sering Nabi lakukan.seperti dibawah ini:

اَللّهُمَ لَكَ اْلَحمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَلَكَ اْلحَمْدُ نُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَلَكَ اْلَحمْدُ اَنْتَ اْلحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌ وَاْلجَنَّةُ حَقٌ وَالنَّارُ حَقٌ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌ وَمُحَمَّدٌ صلعم حَقٌ وَالسَّاعَةُ حَقٌ , اَللَّهُمَ لَكَ اَسْلَمْتُ، وَبِكَ اَمَنْتُ , وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَااَخَّرْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ وَمَااَسْرَفْتُ وَمَااَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ اْلمُؤَخِّرُ لآاِلٰهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيَّ اْلعَظِيْمِ. وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Artinya: "Wahai Allah, Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Segala puji hanyalah milik-Mu. Engkaulah penguasa langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Segala puji hanyalah milik-Mu. Engkaulah cahaya langit. Segala puji hanyalah milik-Mu, Engkaulah Yang benar, dan janji-Mu lah yang benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar dan hari kiamat itu benar (ada). Wahai Allah, hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Maka ampunilah aku atas segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Akhir. Tidak ada tuhan selain Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzolim. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan pertolongan Engkau Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam".

Nah itulah bacaan Niat dan doa setelah sholat tahajud arab, latin lengkap dengan artinya yang benar, begitu juga kami sajikan doa sholat dhuha, sholat hajat, taubat, istikharah dan masih banyak yang lainnya sesuai dengan sunnah, semoga dengan adanya artikel kami ini ada manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa lebih giat dalam melaksanakannya biar hidup kita ini penuh dengan keberkahan.